PERAWATAN KEHAMILAN : SENAM HAMIL
Oleh Ns. Devita Elsanti, S.Kp
Senam hamil merupakan suatu aktivitas yang bertujuan untuk ibu dapat menjalani kehamilannya lebih optimal. Berdasarkan penelitian dari P.Y Wulandari (2006) bahwa perawatan prenatal berupa senam hamil dapat menurunkan tingkat kecemasan terutama pada ibu primipara. Tingkat kecemasan pada ibu hamil dapat menimbulkan gangguan psikologis pada bayi yang dikandung dan berpengaruh terhadap perkembangannya. Menurut Jameson (2006) senam hamil akan membawa efek relaksasi pada tubuh ibu hamil, baik yang bersifat relaksasi pernafasan dan relaksasi otot. Dengan melakukan senam hamil maka ibu hamil telah memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi bayinya.
Kehadiran senam hamil dilatarbelakangi hasil penelitian seorang ahli kebidanan bernama Dr.Gratley Dick Read dan dilanjutkan oleh muridnya Helen Heardman (fisioterapis).Dari hasil penelitian tersebut, mereka sepakat bahwa setiap wanita harus dipersiapkan secara mental dan fisik untuk melahirkan bayi. Persiapan ini akan sangat bermanfaat apabila juga dibarengi dengan tindakan relaksasi yang bermanfaat pada persalinan, serta menghilangkan ketakutan dan kecemasan yang biasanya dirasakan banyak wanita.
Melihat sangat penting senam hamil bagi ibu dan bayinya maka dilakukan sebagai ners maternitas harus mengetahui apa dan kapan serta proserdur melakukan senam hamil.
1. Waktu yang Paling Tepat Memulai Senam Hamil
Senam hamil dapat dilakukan pada usia kehamilan sudah memasuki usia 6 bulan. Karena lebih optimal dan tentunya gerakan senam hamil ini dilakukan jika tidak kontraindikasi.
2. Kontra indikasi Senam Hamil
• Riwayat melahirkan bayi prematur
• Riwayat melahirkan bayi BBLR
• Riwayat perdarahan pervaginam selama kehamilan
• Riwayat kontrak rahim prematur selama kehamilan
• Riwayat kehamilan dengan adanya penyakit hipertensi, kelainan jantung, diabetes tak terkontrol
3. Manfaat Senam Hamil
• Memperlancar persalinan normal dan fisik
• Agar ibu hamil dapat mempersiapkan tubuhnya untuk persalinan
• Meningkatkan kesejahteraan ibu serta bayi yang dikandungnya
• Membentuk sikap yang tenang
• Membentuk mekanika tubuh yang baik selama dan setelah kehamilan
4. Gerakan Senam Hamil
a. Pernafasan
Setiap gerakan senam hamil diiringi dengan pernafasan yang dilakukan dengan cara mulut tertutup kemudian tarik nafas lalu keluarkan dengan lembut. Dinding perut naik pada saat tarik nafas dan turun pada waktu pengeluaran nafas sambil mengeluarkan nafas melalui mulut
b. Atur posisi duduk ibu duduk bersila sambil mengeluarkan nafas dari mulut
c. Gerakan pemanasan
• Posisi duduk bersila dengan kedua tangan diletakkan menghadap ke atas di kaki
• Lakukan gerakan kepala dengan menengok ke kanan dan ke kiri secara bergantian 8 kali hitungan
• Selanjutnya gerakan kepala dengan menundukkan kepala dan kembali ke semula sampai 8 kali hitungan
d. Gerakan Bahu
Angkat bahu kemudian turunkan bahu samapi dengan menundukkan kepala dan kembali ke semula sampai 8 kali hitungan
e. Gerakan mengencangkan otot lengan dan payudara
Letakkan kedua tangan diatas bahu dan kedua lengan disamping mamae. Lakukan gerakan memutar lengan ke belakang kemudian ke samping sambil menjepit payudara dan kembali ke sikap semula.
f. Gerakan rileksasi
Posisi tidur miring ke kanan dengan kepala ditopang tangan atau bantal. Kaki bawah lurus, kaki atas ditekuk kepala disangga denga bantal. Lakukan gerakan dengan mengangkat kaki atas setinggi panggul, kemudian turunkan, lanjutkan dengan mengangkat kaki ke atas tekuk ke arah perut.
g. Gerakan kaki
• Berbaring miring, kaki yang dibawah lurus dan kaki yang diatas ditekuk
• Angkat kaki yang ada diatas seritnggi panggul sebanyak 8 x sambil menarik nafas dan menghembuskannya
• Teruskan dengan mengangkat kaki atas, tekuk kearah perut, luruskan dan kembali ke posisi semula
• Lakukan gerakan ini dengan posisi yang sebaliknya
• Lakukan gerakan seperti mengayuh sepeda sambil menarik nafas dan menghembuskan nafas sebanyak 8x
h. Gerakan panggul
Posisi tidur terlentang kedua kaki ditekuk (posisi dorsal recumbent) kedua tangan diletakkan di samping untuk menahan badan. Angkat panggul perlahan-lahan, tahan berapa detik, sampai mengencangkan otot panggul. Kembalikan ke posisi semula.
i. Gerakan latihan meneran
• Posisi tidur terlentang, rangkul salah satu paha dengan tangan sampai siku. Lakukan gerakan dengan posisi miring ke kanan dan ke kiri.
• Lanjutkan dengan posisi tidur terlentang, angkat kedua paha dan rangkul dengan kedua tangan sampai siku sambil menarik nafas arah pandanga ke perut.
• Kemudian lanjutkan dengan gerakan memegang kedua pergelangan kaki.
j. Melenturkan punggung
Posisi seperti merangkak, bahu sejajar. Angkat punggung dan tundukkan kepala sambil menarik nafas dan menghembuskannya sebanyak 8x
k. Gerakan Anti sungsang
Posisi menungging, kedua tangan disamping tubuh. Letakkan kepala di antara kedua tangan, turunkan dada perlahan-lahan sampai menyentuh kasur.
DAFTAR PUSTAKA
Departemen Keperawatan Maternitas (2011), Buku Praktik Laboratorium: Standar Operating Procedur (SOP), FIKES UMP
Primatia Yogi Wulandari,INSAN Vol. 8 No. 2, Agustus 2006 144
Jameson.M(2002). Got Stress? Research shows that stress can be harmfull during pregnancy here”s why you need to relax. Fit Pregnancy.Oktober-November
Keperawatan Maternitas merupakan salah satu cabang ilmu yang mempelajari bagaimana teori serta aplikasi bidang kesehatan reproduksi dan gynekologi wanita. Disini akan dimuat mengenai materi-materi praktikum dan juga artikel serta tinjauan pustaka/literatur yang membantu mahasiswa yang sedang menempuh mata kuliah Keperawatan Maternitas dan Prakik Keperawatan Maternitas pada program S I Keperawatan. Semoga bermanfaat, saran serta masukan kami terima untuk kemajuan kami,TERIMA KASIH.
Jumat, 23 September 2011
Rabu, 14 September 2011
PERAWATAN SELAMA KEHAMILAN : BREAST CARE ANC (PRENATAL)
PERAWATAN SELAMA KEHAMILAN : BREAST CARE ANC (PRENATAL)
Perawatan kehamilan pada ibu yaitu Breast Care ANC sangat penting dilakukan selama hamil sampai masa menyusui. Hal ini karena payudara merupakan satu-satu penghasil ASI yg merupakan makanan pokok bayi yg baru lahir sehingga harus dilakukan sedini mungkin.
Inilah karunia Allah yg sangat besar kepada kaum wanita di mana ASI merupakan makanan paling cocok bagi bayi komposisi paling lengkap dan tidak bisa ditandingi susu formula buatan manusia.
Perawatan payudara selama hamil memiliki banyak manfaat antara lain:
• Menjaga kebersihan payudara terutama kebersihan puting susu.
• Melenturkan dan menguatkan puting susu sehingga memudahkan bayi utk menyusu.
• Merangsang kelenjar-kelenjar air susu sehingga produksi ASI banyak dan lancar.
• Dapat mendeteksi kelainan-kelainan payudara secara dini dan melakukan upaya utk mengatasinya.
• Mempersiapkan mental ibu utk menyusui.
Bila seorang ibu hamil tdk melakukan perawatan payudara dgn baik dan hanya melakukan perawatan menjelang melahirkan atau setelah melahirkan maka sering dijumpai kasus-kasus yg akan merugikan ibu dan bayi. Kasus-kasus yg sering terjadi antara lain:
• ASI tdk keluar. Inilah yg sering terjadi. Baru keluar setelah hari kedua atau lebih.
• Puting susu tdk menonjol sehingga bayi sulit menghisap.
• Produksi ASI sedikit sehingga tdk cukup dikonsumsi bayi.
• Infeksi pada payudara payudara bengkak atau bernanah.
• Muncul benjolan di payudara dll.
Kasus-kasus tersebut bisa dicegah dgn melakukan perawatan payudara sedini mungkin. Berikut ini perawatan payudara yg bisa dilakukan:
a. Umur kehamilan 3 bulan
Periksa puting susu utk mengetahui apakah puting susu datar atau masuk ke dlm dgn cara memijat dasar puting susu secara perlahan. Puting susu yg normal akan menonjol keluar. Apabila puting susu tetap datar atau masuk kembali ke dlm payudara mk sejak hamil 3 bulan harus dilakukan perbaikan agar bisa menonjol.
Cara adl dgn menggunakan kedua jari telunjuk atau ibu jari daerah di sekitar puting susu diurut ke arah berlawanan menuju ke dasar payudara sampai semua daerah payudara. Dilakukan sehari dua kali selama 6 menit.
b. Umur kehamilan 6-9 bulan
• Kedua telapak tangan dibasahi dgn minyak kelapa.
• Puting susu sampai areola mamae dikompres dgn minyak kelapa selama 2-3 menit. Tujuan utk memperlunak kotoran atau kerak yg menempel pada puting susu sehingga mudah dibersihkan. Jangan membersihkan dgn alkohol atau yg lain yg bersifat iritasi krn dapat menyebabkan puting susu lecet.
• Kedua puting susu dipegang lalu ditarik diputar ke arah dlm dan ke arah luar .
• Pangkal payudara dipegang dgn kedua tangan lalu diurut ke arah puting susu sebanyak 30 kali sehari.
• Pijat kedua areola mamae hingga keluar 1-2 tetas.
• Kedua puting susu dan sekitar dibersihkan dgn handuk kering dan bersih.
• Pakailah BH yg tdk ketat dan bersifat menopang payudara jangan memakai BH yg ketat dan menekan payudara.
Daftar Pustaka
Dr. Saeful Anwar, 2003, Perawatan Payudara Selama Kehamilan, www.asysyariah.com diunduh pada tanggal 14 September 2011
Perawatan kehamilan pada ibu yaitu Breast Care ANC sangat penting dilakukan selama hamil sampai masa menyusui. Hal ini karena payudara merupakan satu-satu penghasil ASI yg merupakan makanan pokok bayi yg baru lahir sehingga harus dilakukan sedini mungkin.
Inilah karunia Allah yg sangat besar kepada kaum wanita di mana ASI merupakan makanan paling cocok bagi bayi komposisi paling lengkap dan tidak bisa ditandingi susu formula buatan manusia.
Perawatan payudara selama hamil memiliki banyak manfaat antara lain:
• Menjaga kebersihan payudara terutama kebersihan puting susu.
• Melenturkan dan menguatkan puting susu sehingga memudahkan bayi utk menyusu.
• Merangsang kelenjar-kelenjar air susu sehingga produksi ASI banyak dan lancar.
• Dapat mendeteksi kelainan-kelainan payudara secara dini dan melakukan upaya utk mengatasinya.
• Mempersiapkan mental ibu utk menyusui.
Bila seorang ibu hamil tdk melakukan perawatan payudara dgn baik dan hanya melakukan perawatan menjelang melahirkan atau setelah melahirkan maka sering dijumpai kasus-kasus yg akan merugikan ibu dan bayi. Kasus-kasus yg sering terjadi antara lain:
• ASI tdk keluar. Inilah yg sering terjadi. Baru keluar setelah hari kedua atau lebih.
• Puting susu tdk menonjol sehingga bayi sulit menghisap.
• Produksi ASI sedikit sehingga tdk cukup dikonsumsi bayi.
• Infeksi pada payudara payudara bengkak atau bernanah.
• Muncul benjolan di payudara dll.
Kasus-kasus tersebut bisa dicegah dgn melakukan perawatan payudara sedini mungkin. Berikut ini perawatan payudara yg bisa dilakukan:
a. Umur kehamilan 3 bulan
Periksa puting susu utk mengetahui apakah puting susu datar atau masuk ke dlm dgn cara memijat dasar puting susu secara perlahan. Puting susu yg normal akan menonjol keluar. Apabila puting susu tetap datar atau masuk kembali ke dlm payudara mk sejak hamil 3 bulan harus dilakukan perbaikan agar bisa menonjol.
Cara adl dgn menggunakan kedua jari telunjuk atau ibu jari daerah di sekitar puting susu diurut ke arah berlawanan menuju ke dasar payudara sampai semua daerah payudara. Dilakukan sehari dua kali selama 6 menit.
b. Umur kehamilan 6-9 bulan
• Kedua telapak tangan dibasahi dgn minyak kelapa.
• Puting susu sampai areola mamae dikompres dgn minyak kelapa selama 2-3 menit. Tujuan utk memperlunak kotoran atau kerak yg menempel pada puting susu sehingga mudah dibersihkan. Jangan membersihkan dgn alkohol atau yg lain yg bersifat iritasi krn dapat menyebabkan puting susu lecet.
• Kedua puting susu dipegang lalu ditarik diputar ke arah dlm dan ke arah luar .
• Pangkal payudara dipegang dgn kedua tangan lalu diurut ke arah puting susu sebanyak 30 kali sehari.
• Pijat kedua areola mamae hingga keluar 1-2 tetas.
• Kedua puting susu dan sekitar dibersihkan dgn handuk kering dan bersih.
• Pakailah BH yg tdk ketat dan bersifat menopang payudara jangan memakai BH yg ketat dan menekan payudara.
Daftar Pustaka
Dr. Saeful Anwar, 2003, Perawatan Payudara Selama Kehamilan, www.asysyariah.com diunduh pada tanggal 14 September 2011
Sabtu, 10 September 2011
TUGAS kEPERAWATAN MATERNITAS I
Pemeriksaan fisik pada ibu hamil merupakan hal yang penting bagi ibu hamil yang bermanfaat untuk memantau perkembangan kesejahteraan baik ibu dan janin. Perawatan kehamilan dilakukan sedini mungkin akan memudahkan ibu dalam mempersiapkan diri secara optimal dalam proses kelahiran.
Tugas I
Carilah di internet mengenai intervensi keperawatan untuk mengatasi masalah kehamilan dalam bentuk jurnal riset internasional maupun nasional!
Tugas II
Buatlah 1 contoh perawatan kehamilan yang dapat membantu ibu dalam mempersiapkan diri dalam kehamilan disertakan dengan cara pelaksanaannya!(diusahakan untuk tidak sama dengan mahasiswa yang lain)
Pilihlah salah satu tugas diatas dan diketik rapi dengan font Times New Roman 12 dikumpulkan sebelum pertemuan praktik keperawatan maternitas ke dua atau di email elsanti.devita@gmail.com
Tugas I
Carilah di internet mengenai intervensi keperawatan untuk mengatasi masalah kehamilan dalam bentuk jurnal riset internasional maupun nasional!
Tugas II
Buatlah 1 contoh perawatan kehamilan yang dapat membantu ibu dalam mempersiapkan diri dalam kehamilan disertakan dengan cara pelaksanaannya!(diusahakan untuk tidak sama dengan mahasiswa yang lain)
Pilihlah salah satu tugas diatas dan diketik rapi dengan font Times New Roman 12 dikumpulkan sebelum pertemuan praktik keperawatan maternitas ke dua atau di email elsanti.devita@gmail.com
MATERI I : ANTE NATAL CARE
ANTE NATAL CARE
Oleh : Ns. Devita Elsanti, S.Kep
1. TUJUAN
Setelah menyelesaikan materi ante natal care diharapkan mahasiswa mampu menerapkan asuhan keperawatan anternatal :
• Menentukan usia kehamilan
• Menetukan kunjungan berikutnya
• Melakukan pemeriksaan fisik
• Melakukan perawatan antenatal
• Melakukan pendidikan kesehatan antenatal
• Membuat NCP kasus antenatal
2. MATERI
a. Pengertian Ante Natal Care
Adalah perawatan fisik dan mental sebelum persalinan atau pada masa hamil. ANC bersifat preventif care dan bertujuan mencegah hal-hal yang kurang baik bagi ibu dan anak. Ante partum care berarti perawatan sebelum anak lahir, yang ditujukan pula untuk anak dalam kehamilan dan kala I dan kala II persalinan.
b. Tujuan Ante Natal Care
Tujuan ANC terhadap Ibu :
• Mengurangi penyulit masa antepartum
• Mempertahankan kesehatan jasmaniah dan rohaniah ibu
• Agar persalinan aman
• Agar ibu mampu mempersiapkan diri untuk memenuhi kebutuhan janin
Tujuan ANC terhadap janin :
• Mengurangi prematuritas, kelahiran mati dan kematian neonatal’
• Meningkatkan perkembangan janin secara optimal
c. Asuhan Keperawatan Ante Natal Care
Pengkajian
• Perawatan kehamilan meliputi salah satunya yaitu pemeriksaan kehamilan dimana dilakukan oleh ibu hamil sedini mungkin segera setelah merasa diri hamil agar perlu cukup waktu perbaikan keadaan yang kurang memuaskan. Jadual pemeriksaan kehamilan antara lain :
- 1 kali sebulan (sampai bulan ke 6)
- 2 kali sebulan (dari bulan ke 7 sampai bulan ke 9)
- 1 kali seminggu pada bulan terakhir
• Pengkajian pada pemeriksaan kehamilan meliputi anamnese berupa wawancara dan pemeriksaan fisik. Pada anamnese wawancara antara lain:
- Identitas pasien : nama, umur, alamat, agama, pekerjaan, suku bangsa(suami dan istri)
- Riwayat haid: apakah haid teratur, siklus berapa, apakah ada masalah dengan haid, HPHT
- Riwayat perkawinan: menikah/belum, menikah berapa lama, menikah berapa kali
- Riwayat kehamilan lalu: hamil berapa kali, keluhan/masalah dalam kehamilan
- Riwayat persalinan lalu: berapa kali partus, proses persalinannya bagaimana, lama persalinan, tempat persalinan, penolong persalinan, masalah persalinan
- Riwayat nifas lalu: masalah nifas dan laktasi yang pernah dialami, masalah bayi yang pernah dialami, keadaan anak.
- Riwayat keluarga berencana: jenis kontrasepsi yang pernah digunakan, masalah dengan cara tersebut, jenis kontrasepsi yang digunakan setelah persalinan, jumlah anak yang direncanakan
- Riwayat psikososial: alasan ibu datang ke klinik, perubahan yang timbul saat kehamilan, harapan terhadap kehamilan, orang yang tinggal bersama, orang yang terpenting, dampak yang terjadi pada keluarga dengan kunjungan ke klinik, apa suami mau menemani ke klinik, rencana tempat melahirkan, rencana menyusui, apakah memelihara kucing.
- Kebutuhan dasar khusus: ketidaknyamanan, istirahat tidur, hygiene prenatal, pergerakan, penglihatan, pendengaran, cairan, nutrisi, eliminasi, oksigenasi, seksual
- Pemeriksaan Fisik Ibu Hamil
- Pemeriksaan umum
Keadaan umum, kelainan bentuk badan serta kesadaran dan keadaan vital sign.
- Pemeriksaan antroprometri : pengukuran tinggi badan, berat badan, ukuran LILA, ukurang panggul
- Pemeriksaan fisik head to toe
Muka : pigmentasi muka(cloasma gravidarum), conjungtiva anemis/ananemis, sclera (ikterik/anikterik), kelopak mata (apakah cekung).
Hidung : apakah berfungsi normal, apakah ada polip dan sinusitis
Mulut : inspeksi adanya stomatitis, keadaan lidah bersih atau kotor, keadaan gigi ada caries dentis, dan epulis
Leher : pigmentasi di daerah leher, keadaan kelenjara tiroid dan para tiroid, vena jugularis (apakah ada pembesaran)
Dada : keadaan paru-paru(inspeksi, palpasi, perkusi, auskultasi) dyspneu, payudara(aerola kehitaman,keadaan putting bersih/tidak, masuk ke dalam/tidak, ada benjolan/tidak)
Perut : pigmentasi(linea nigra/alba, striae gravidarum, pemeriksaan Leopold Mc Donald)
PALPASI LEOPOLD I
Tujuan : menentukan Tinggi Fundus Uteri (TFU) dan bagian janin dalam fundus
Cara :
• Pasien dipersiapkan antra lain untuk mengosongkan kandung kemih dan diminta tidur dengan posisi kaki sedikit ditekuk dan rileks.
• Kedua telapak tangan pada fundus uteri untuk menentukan TFU dan bagian apa yang terdapat pada fundus: presentasi kepala bokong tidak keras dan tidak melenting, presentasi sungsang : kerasa, melenting dalam goyangan, lintang teraba bagian kecil janin.
PALPASI LEOPOLD II
Tujuan : menentukan batas samping rahim kanan dan kiri, menentukan letak punggung janin dan bagian-bagian kecil
Cara :
• Dari Leopold pertama kedua tangan diturunkan menelusuri tepi uterus untuk menetapkan bagian apa yang terletak di samping.
• Membujur teraba punggung yaitu rata dengan tulang iga
• Lintang teraba kepala
PALPASI LEOPOLD III
Tujuan : menentukan bagian terbawah janin dimana bagian bawah sudah masuk PAP atau belum
Cara ;
• Presentasi kepala : keras, bulat
• Bokong : lunak dan tidak bulat
• Lintang : simfisis pubis teraba kosong
PALPASI LEOPOLD IV
Tujuan : Menentukan seberapa bagian bawah janin masuk PAP
Cara :
Pemeriksa menghadap kearah kiri klien untuk menentukan bagian terendah janin yang masuk PAP.
• Divergen : melampaui lingkaran terbesarnya sudah masuk PAP
• Konvergen ; belum melampaui lingkaran terbesarnya belum masuk PAP
• Auskultasi : stetoskop monoaural untuk hitung djj
Genetalia : inspeksi kebersihan vagina, tanda Chadwick, cairan/secret yang dikeluarkan vagina, apakah ada flour albus, gatal-gatal di area vagina, apakah ada bekas luka episiotomi
Ekstremitas : bagian atas apakah pergerakan normal, bagian bawah apakah ada varises, oedem , dan reflek patella.
Diagnosa Keperawatan dan Intervensi Keperawatan
Trimester I
Perubahan nutrisi (resiko) kurang dari yang dibutuhkan tubuh b.d. intake dan output tidak adekuat
Intervensi :
• Tentukan keadekuatan kebiasaan asupan nutrisi
• Dapatkan riwayat kesehatan
• Pastikan tingkat pengetahuan tentang kebutuhan nutrisi
• Berikan pendidikan kesehatan tentang nutrisi prenatal dan suplemen vitamin
• Perhatikan adanya keinginan dari ibu berupa ngidam
• Timnbang berat badan
• Tinjau kembali berat ringannya mual dan muntah
• Pantau kadar HB
• Tes urin adanya aseton, albumin dan glukosa
• Ukur pembesaran uterus
Diagnosa Keperawatan ;
Ketidaknyamanan b.d. perubahan fisik, pengaruh hormonal
Intervensi ;
• Catat adanya rasa tidak nyaman
• Evaluasi derajat ketidaknyamanan
• Anjurkan penggunaan bra penyokong
• Instruksikan penggunaan teknik hoffman untuk putting susu yang datar
• Kaji adanya hemoroid, leokorea, mual dan muntah, hidung tersumbat
• Instruksikan penggunaan kompres es, panas atau anastesi topical, tinjau ulang perubahan fisiologis yang mempengaruhi frekuensi berkemih.
• Kaji tingkat kelelahan dan sifat dasar komitment keluarga
• Kolaburasi medis untuk penambahan supplement
Diagnosa keperawatan :
Resiko tinggi terhadap kekurangan volume cairan b.d. peningkatan kebutuhan cairan
Intervensi :
• Auskultasi DJJ
• Tinjau ulang riwayat kemungkinan masalah medis lainnya
• Anjurkan pasien mempertahankan haluaran dan penurunan berat badan
• Kaji suhu, turgor kulit, membrane mukosa, tekanan darah, BJ urine
• Anjurkan peningkatan masukan minuman berkarbohidrat, makan 6 x sehari
Diagnosa Keperawatan
Kurang pengetahuan tentang perkembangan kehamilan normal b.d. kurang pemahaman tentang perubahan fisiologis kehamilan
Intervensi :
• Buat hubungan perawat pasien yang mendukung
• Evaluasi keyakinan dan budaya yang berkenaan dengan kehamilan
• Klarifikasi kesalahpahaman
• Tentukan derajat motivasi belajar
• Identifikasi siapa yang memberi dukungan
• Perhatikan sikap terbuka kepada klien
• Tentukan sikap klien terhadap asuhan yang diberikan
• Jelaskan rutinitas kunjungan
• Beri bimbingan antisipasi
• Diskusi perkembangan janin
• Jawab pertanyaan tentang perawatan pemberian makanan bayi
Diagnosa Keperawatan
Resiko tinggi terhadap cidera janin b.d. malnutrisi, agen infeksius, factor genetic
Intervensi :
• Diskusikan kesejahteraan ibu
• Diskusikan tingkat aktivitas normal dan latihan
• Anjurkan klien untuk melakukan seks yang lebih aman, tinjau ulang kebiasaan dan diet klien
• Catat masukan protein
• Tinjau ulang riwayat obstetric
• Kaji adanya resiko kelainan genetic, beri informasi tentang hal yang dapat mengakibatkan terjadinya perkembangan abnormal
• Diskusi bentuk transmisi inefektif tertentu
• Berikan informasi untuk menghindari kontak dengan diketahui mengalami infeksi
• Anjurkan penghentian penggunaan tembakau
Diagnosa Keperawatan
Resiko ting terhadap keletihan b.d. peningkatan metabolisme karbohidrat
Intervensi ;
• Tentukan siklus tidur bangun yang normal
• Anjurkan tidur siang 1-2 jam setiap hari dan tidur malam 8 jam
• Pantau kadar HB
Diagnosa Keperawatan
Resiko tinggi terhadap konstipasi b.d. relaksasi otot halus
Resiko tinggi terhadap infeksi saluran kemih b.d. statis urinarius
Intervensi :
• Tentukan kebiasaan eliminasi sebelum kehamilan
• Kaji adanya hemoroid
• Berikan diet tentang buah-buahan segar, sayuran padi-padi, serat makanan padat, dan masukan cairan yang adekuat.
Diagnosa Keperawatan
Perubahan peran b.d. krisis maturasi
Intervensi :
• Evaluasi respon klien pada kehamilan
• Pastikan cara klien mengatasi stressor masa lalu
• Kaji situasi ekonomi dan kebutuhan financial
• Jelaskan labilnya emosi sebagai karakteristik kehamilan
• Berikan informasi dan anjuran kelas kelahiran anak
• Kaji perilaku maladaptive rujuk pada konseling psikologis
Diagnosa Keperawatan
• Perubahan pola seksual perubahan tingkat kenyamanan, perubahan fungsi dan struktur tubuh
• Intervensi :
• Tentukan pola kebiasaan aktifitas seksual dengan menggunakan alat pengkajian seksual
• Kaji hubungan pasangan dengan kemampuan untuk mengatasi penurunan frekuensi koitus seksual
• Beri informasi tentang metode alternative mencapai kepuasan seksual
• Anjurkan posisi koitus selali laki-laki diatas
• Kaji respon terhadap perubahan bentuk tubuh tinjau ulang riwayat obstetric pasangan
Diagnosa Keperawatan
• Ketidakefektifan pola nafas pergeseran diagfragma b.d. pembesaran uterus
• Intervensi :
• Kaji status pernafasan
• Dapatkan dan pantau masalah medis yang terjadi
• Berikan informasi tentang rasional untuk kesulitan pernafasan dan prograqm aktifitas yang realistis
• Tinjau ulang tindakan yang dapat dilakukan klien untuk mengurangi masalah
Diagnosa Keperawatan
Intervensi :
• Resiko harga diri rendah b.d. masalah kemampuan menyelesaikan tugas kehamilan
• Intervensi:
• Perhatikan isyarat verbak dan non verbal klien saat diskusi masalah perubahan tubuh dan harapan peran
• Diskusikan sifat-sifat mimpi
• Evaluasi adaptasi fisiologis klien terhadap kehamilan tentukan terhadap latar belakang budaya
• Beri infromasi ketidaknormalan inpeksi, perubahan alam perasaan dan takut.
• Dorong untuk berpartisipasi dalam kelas kelahiran anak
• Kaji ketersediaan dan shift normal pada trimester III
Diagnosa Keperawatan
Resiko injury pada ibu b.d. perdarahan, KPD dan PIH
Intervensi :
• Periksa factor resiko yang ada
• Dapatkan kultur vafina
• Tinjau ulang terhadap kebutuhan kelahiran
• Dapatkan HB dan HT pada masa gestasi 28 minggu
• Beri pengawasan ketat dan terus menerus
• Beri informasi tentang tanda-tanda awal persalinan, kaji terhadap perdarahan vagina
Diagnosa Keperawatan
Gangguan pola eliminasi urine b.d. uterus membesar, posisi renal blood flow menurun
Intervensi ;
• Beri informasi tentang perubahan keluaran urine pada trimester III
• Anjurkan klien miring ke kiri pada saat tidur
• Anjurkan agar klirn tidak terlalu lama dalam posisi tegak
• Beri informasi tentang masukan cairan minimal6-8 gelas sehari, penurunan masukan 2-3 jam sebelum tidur dan penggunaan produk makanan/garam dan natrium dalam jumlah sedang.
Diagnosa Keperawatan
Kurang pengetahuan tentang persiapan persalinan b.d. kurang pengalaman/informasi.
Intervensi ;
• Beri informasi tentang perubahan pada trimester III
• Beri informasi tentang awitan persalinan
• Beri informasi tentang perawatan bayi
• Anjurkan ikut serta dalam kelas kelahiran anak
Diagnosa Keperawatan
Gangguan pola tidur pada tingkat aktifitas, stress psikologis
Intervensi :
• Tinjau ulang perubahan pola tidur normal berkenaan dengan kehamilan
• Evaluasi tingkat kelelahan
• Kaji terhadap kajian insomnia dan respon klien terhadap penurunan tidur
• Perhatikan keluhan kesulitan bernafas karena posisi tidur.
• 3. Daftar Pustaka
Departemen Keperawatana Maternitas, SOP Keperawatan Maternitas, 2011, FIKES UMP
Manuaba, IBG, 1998, Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan KB untuk Penelitian Bidan, Jakarta : EGC.
Mochtar, R, 1998, Sinopsis Obstetri: Obstetri Fisiologi,Obstetri Patologis, Jakarta : EGC
Bobak, 2004, Buku Ajar Keperawatan Maternitas, Jakarta : EGC.
Cunningham, F. Gary, 2005, Obstetri Williams, Jakarta : EGC.
Wahyu P. S.Kep dan Siti Fatmawati, S.Kep.Ns, Asuhan Keperawatan Maternitas, 2010, Yogyakarta, NuMed
Oleh : Ns. Devita Elsanti, S.Kep
1. TUJUAN
Setelah menyelesaikan materi ante natal care diharapkan mahasiswa mampu menerapkan asuhan keperawatan anternatal :
• Menentukan usia kehamilan
• Menetukan kunjungan berikutnya
• Melakukan pemeriksaan fisik
• Melakukan perawatan antenatal
• Melakukan pendidikan kesehatan antenatal
• Membuat NCP kasus antenatal
2. MATERI
a. Pengertian Ante Natal Care
Adalah perawatan fisik dan mental sebelum persalinan atau pada masa hamil. ANC bersifat preventif care dan bertujuan mencegah hal-hal yang kurang baik bagi ibu dan anak. Ante partum care berarti perawatan sebelum anak lahir, yang ditujukan pula untuk anak dalam kehamilan dan kala I dan kala II persalinan.
b. Tujuan Ante Natal Care
Tujuan ANC terhadap Ibu :
• Mengurangi penyulit masa antepartum
• Mempertahankan kesehatan jasmaniah dan rohaniah ibu
• Agar persalinan aman
• Agar ibu mampu mempersiapkan diri untuk memenuhi kebutuhan janin
Tujuan ANC terhadap janin :
• Mengurangi prematuritas, kelahiran mati dan kematian neonatal’
• Meningkatkan perkembangan janin secara optimal
c. Asuhan Keperawatan Ante Natal Care
Pengkajian
• Perawatan kehamilan meliputi salah satunya yaitu pemeriksaan kehamilan dimana dilakukan oleh ibu hamil sedini mungkin segera setelah merasa diri hamil agar perlu cukup waktu perbaikan keadaan yang kurang memuaskan. Jadual pemeriksaan kehamilan antara lain :
- 1 kali sebulan (sampai bulan ke 6)
- 2 kali sebulan (dari bulan ke 7 sampai bulan ke 9)
- 1 kali seminggu pada bulan terakhir
• Pengkajian pada pemeriksaan kehamilan meliputi anamnese berupa wawancara dan pemeriksaan fisik. Pada anamnese wawancara antara lain:
- Identitas pasien : nama, umur, alamat, agama, pekerjaan, suku bangsa(suami dan istri)
- Riwayat haid: apakah haid teratur, siklus berapa, apakah ada masalah dengan haid, HPHT
- Riwayat perkawinan: menikah/belum, menikah berapa lama, menikah berapa kali
- Riwayat kehamilan lalu: hamil berapa kali, keluhan/masalah dalam kehamilan
- Riwayat persalinan lalu: berapa kali partus, proses persalinannya bagaimana, lama persalinan, tempat persalinan, penolong persalinan, masalah persalinan
- Riwayat nifas lalu: masalah nifas dan laktasi yang pernah dialami, masalah bayi yang pernah dialami, keadaan anak.
- Riwayat keluarga berencana: jenis kontrasepsi yang pernah digunakan, masalah dengan cara tersebut, jenis kontrasepsi yang digunakan setelah persalinan, jumlah anak yang direncanakan
- Riwayat psikososial: alasan ibu datang ke klinik, perubahan yang timbul saat kehamilan, harapan terhadap kehamilan, orang yang tinggal bersama, orang yang terpenting, dampak yang terjadi pada keluarga dengan kunjungan ke klinik, apa suami mau menemani ke klinik, rencana tempat melahirkan, rencana menyusui, apakah memelihara kucing.
- Kebutuhan dasar khusus: ketidaknyamanan, istirahat tidur, hygiene prenatal, pergerakan, penglihatan, pendengaran, cairan, nutrisi, eliminasi, oksigenasi, seksual
- Pemeriksaan Fisik Ibu Hamil
- Pemeriksaan umum
Keadaan umum, kelainan bentuk badan serta kesadaran dan keadaan vital sign.
- Pemeriksaan antroprometri : pengukuran tinggi badan, berat badan, ukuran LILA, ukurang panggul
- Pemeriksaan fisik head to toe
Muka : pigmentasi muka(cloasma gravidarum), conjungtiva anemis/ananemis, sclera (ikterik/anikterik), kelopak mata (apakah cekung).
Hidung : apakah berfungsi normal, apakah ada polip dan sinusitis
Mulut : inspeksi adanya stomatitis, keadaan lidah bersih atau kotor, keadaan gigi ada caries dentis, dan epulis
Leher : pigmentasi di daerah leher, keadaan kelenjara tiroid dan para tiroid, vena jugularis (apakah ada pembesaran)
Dada : keadaan paru-paru(inspeksi, palpasi, perkusi, auskultasi) dyspneu, payudara(aerola kehitaman,keadaan putting bersih/tidak, masuk ke dalam/tidak, ada benjolan/tidak)
Perut : pigmentasi(linea nigra/alba, striae gravidarum, pemeriksaan Leopold Mc Donald)
PALPASI LEOPOLD I
Tujuan : menentukan Tinggi Fundus Uteri (TFU) dan bagian janin dalam fundus
Cara :
• Pasien dipersiapkan antra lain untuk mengosongkan kandung kemih dan diminta tidur dengan posisi kaki sedikit ditekuk dan rileks.
• Kedua telapak tangan pada fundus uteri untuk menentukan TFU dan bagian apa yang terdapat pada fundus: presentasi kepala bokong tidak keras dan tidak melenting, presentasi sungsang : kerasa, melenting dalam goyangan, lintang teraba bagian kecil janin.
PALPASI LEOPOLD II
Tujuan : menentukan batas samping rahim kanan dan kiri, menentukan letak punggung janin dan bagian-bagian kecil
Cara :
• Dari Leopold pertama kedua tangan diturunkan menelusuri tepi uterus untuk menetapkan bagian apa yang terletak di samping.
• Membujur teraba punggung yaitu rata dengan tulang iga
• Lintang teraba kepala
PALPASI LEOPOLD III
Tujuan : menentukan bagian terbawah janin dimana bagian bawah sudah masuk PAP atau belum
Cara ;
• Presentasi kepala : keras, bulat
• Bokong : lunak dan tidak bulat
• Lintang : simfisis pubis teraba kosong
PALPASI LEOPOLD IV
Tujuan : Menentukan seberapa bagian bawah janin masuk PAP
Cara :
Pemeriksa menghadap kearah kiri klien untuk menentukan bagian terendah janin yang masuk PAP.
• Divergen : melampaui lingkaran terbesarnya sudah masuk PAP
• Konvergen ; belum melampaui lingkaran terbesarnya belum masuk PAP
• Auskultasi : stetoskop monoaural untuk hitung djj
Genetalia : inspeksi kebersihan vagina, tanda Chadwick, cairan/secret yang dikeluarkan vagina, apakah ada flour albus, gatal-gatal di area vagina, apakah ada bekas luka episiotomi
Ekstremitas : bagian atas apakah pergerakan normal, bagian bawah apakah ada varises, oedem , dan reflek patella.
Diagnosa Keperawatan dan Intervensi Keperawatan
Trimester I
Perubahan nutrisi (resiko) kurang dari yang dibutuhkan tubuh b.d. intake dan output tidak adekuat
Intervensi :
• Tentukan keadekuatan kebiasaan asupan nutrisi
• Dapatkan riwayat kesehatan
• Pastikan tingkat pengetahuan tentang kebutuhan nutrisi
• Berikan pendidikan kesehatan tentang nutrisi prenatal dan suplemen vitamin
• Perhatikan adanya keinginan dari ibu berupa ngidam
• Timnbang berat badan
• Tinjau kembali berat ringannya mual dan muntah
• Pantau kadar HB
• Tes urin adanya aseton, albumin dan glukosa
• Ukur pembesaran uterus
Diagnosa Keperawatan ;
Ketidaknyamanan b.d. perubahan fisik, pengaruh hormonal
Intervensi ;
• Catat adanya rasa tidak nyaman
• Evaluasi derajat ketidaknyamanan
• Anjurkan penggunaan bra penyokong
• Instruksikan penggunaan teknik hoffman untuk putting susu yang datar
• Kaji adanya hemoroid, leokorea, mual dan muntah, hidung tersumbat
• Instruksikan penggunaan kompres es, panas atau anastesi topical, tinjau ulang perubahan fisiologis yang mempengaruhi frekuensi berkemih.
• Kaji tingkat kelelahan dan sifat dasar komitment keluarga
• Kolaburasi medis untuk penambahan supplement
Diagnosa keperawatan :
Resiko tinggi terhadap kekurangan volume cairan b.d. peningkatan kebutuhan cairan
Intervensi :
• Auskultasi DJJ
• Tinjau ulang riwayat kemungkinan masalah medis lainnya
• Anjurkan pasien mempertahankan haluaran dan penurunan berat badan
• Kaji suhu, turgor kulit, membrane mukosa, tekanan darah, BJ urine
• Anjurkan peningkatan masukan minuman berkarbohidrat, makan 6 x sehari
Diagnosa Keperawatan
Kurang pengetahuan tentang perkembangan kehamilan normal b.d. kurang pemahaman tentang perubahan fisiologis kehamilan
Intervensi :
• Buat hubungan perawat pasien yang mendukung
• Evaluasi keyakinan dan budaya yang berkenaan dengan kehamilan
• Klarifikasi kesalahpahaman
• Tentukan derajat motivasi belajar
• Identifikasi siapa yang memberi dukungan
• Perhatikan sikap terbuka kepada klien
• Tentukan sikap klien terhadap asuhan yang diberikan
• Jelaskan rutinitas kunjungan
• Beri bimbingan antisipasi
• Diskusi perkembangan janin
• Jawab pertanyaan tentang perawatan pemberian makanan bayi
Diagnosa Keperawatan
Resiko tinggi terhadap cidera janin b.d. malnutrisi, agen infeksius, factor genetic
Intervensi :
• Diskusikan kesejahteraan ibu
• Diskusikan tingkat aktivitas normal dan latihan
• Anjurkan klien untuk melakukan seks yang lebih aman, tinjau ulang kebiasaan dan diet klien
• Catat masukan protein
• Tinjau ulang riwayat obstetric
• Kaji adanya resiko kelainan genetic, beri informasi tentang hal yang dapat mengakibatkan terjadinya perkembangan abnormal
• Diskusi bentuk transmisi inefektif tertentu
• Berikan informasi untuk menghindari kontak dengan diketahui mengalami infeksi
• Anjurkan penghentian penggunaan tembakau
Diagnosa Keperawatan
Resiko ting terhadap keletihan b.d. peningkatan metabolisme karbohidrat
Intervensi ;
• Tentukan siklus tidur bangun yang normal
• Anjurkan tidur siang 1-2 jam setiap hari dan tidur malam 8 jam
• Pantau kadar HB
Diagnosa Keperawatan
Resiko tinggi terhadap konstipasi b.d. relaksasi otot halus
Resiko tinggi terhadap infeksi saluran kemih b.d. statis urinarius
Intervensi :
• Tentukan kebiasaan eliminasi sebelum kehamilan
• Kaji adanya hemoroid
• Berikan diet tentang buah-buahan segar, sayuran padi-padi, serat makanan padat, dan masukan cairan yang adekuat.
Diagnosa Keperawatan
Perubahan peran b.d. krisis maturasi
Intervensi :
• Evaluasi respon klien pada kehamilan
• Pastikan cara klien mengatasi stressor masa lalu
• Kaji situasi ekonomi dan kebutuhan financial
• Jelaskan labilnya emosi sebagai karakteristik kehamilan
• Berikan informasi dan anjuran kelas kelahiran anak
• Kaji perilaku maladaptive rujuk pada konseling psikologis
Diagnosa Keperawatan
• Perubahan pola seksual perubahan tingkat kenyamanan, perubahan fungsi dan struktur tubuh
• Intervensi :
• Tentukan pola kebiasaan aktifitas seksual dengan menggunakan alat pengkajian seksual
• Kaji hubungan pasangan dengan kemampuan untuk mengatasi penurunan frekuensi koitus seksual
• Beri informasi tentang metode alternative mencapai kepuasan seksual
• Anjurkan posisi koitus selali laki-laki diatas
• Kaji respon terhadap perubahan bentuk tubuh tinjau ulang riwayat obstetric pasangan
Diagnosa Keperawatan
• Ketidakefektifan pola nafas pergeseran diagfragma b.d. pembesaran uterus
• Intervensi :
• Kaji status pernafasan
• Dapatkan dan pantau masalah medis yang terjadi
• Berikan informasi tentang rasional untuk kesulitan pernafasan dan prograqm aktifitas yang realistis
• Tinjau ulang tindakan yang dapat dilakukan klien untuk mengurangi masalah
Diagnosa Keperawatan
Intervensi :
• Resiko harga diri rendah b.d. masalah kemampuan menyelesaikan tugas kehamilan
• Intervensi:
• Perhatikan isyarat verbak dan non verbal klien saat diskusi masalah perubahan tubuh dan harapan peran
• Diskusikan sifat-sifat mimpi
• Evaluasi adaptasi fisiologis klien terhadap kehamilan tentukan terhadap latar belakang budaya
• Beri infromasi ketidaknormalan inpeksi, perubahan alam perasaan dan takut.
• Dorong untuk berpartisipasi dalam kelas kelahiran anak
• Kaji ketersediaan dan shift normal pada trimester III
Diagnosa Keperawatan
Resiko injury pada ibu b.d. perdarahan, KPD dan PIH
Intervensi :
• Periksa factor resiko yang ada
• Dapatkan kultur vafina
• Tinjau ulang terhadap kebutuhan kelahiran
• Dapatkan HB dan HT pada masa gestasi 28 minggu
• Beri pengawasan ketat dan terus menerus
• Beri informasi tentang tanda-tanda awal persalinan, kaji terhadap perdarahan vagina
Diagnosa Keperawatan
Gangguan pola eliminasi urine b.d. uterus membesar, posisi renal blood flow menurun
Intervensi ;
• Beri informasi tentang perubahan keluaran urine pada trimester III
• Anjurkan klien miring ke kiri pada saat tidur
• Anjurkan agar klirn tidak terlalu lama dalam posisi tegak
• Beri informasi tentang masukan cairan minimal6-8 gelas sehari, penurunan masukan 2-3 jam sebelum tidur dan penggunaan produk makanan/garam dan natrium dalam jumlah sedang.
Diagnosa Keperawatan
Kurang pengetahuan tentang persiapan persalinan b.d. kurang pengalaman/informasi.
Intervensi ;
• Beri informasi tentang perubahan pada trimester III
• Beri informasi tentang awitan persalinan
• Beri informasi tentang perawatan bayi
• Anjurkan ikut serta dalam kelas kelahiran anak
Diagnosa Keperawatan
Gangguan pola tidur pada tingkat aktifitas, stress psikologis
Intervensi :
• Tinjau ulang perubahan pola tidur normal berkenaan dengan kehamilan
• Evaluasi tingkat kelelahan
• Kaji terhadap kajian insomnia dan respon klien terhadap penurunan tidur
• Perhatikan keluhan kesulitan bernafas karena posisi tidur.
• 3. Daftar Pustaka
Departemen Keperawatana Maternitas, SOP Keperawatan Maternitas, 2011, FIKES UMP
Manuaba, IBG, 1998, Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan KB untuk Penelitian Bidan, Jakarta : EGC.
Mochtar, R, 1998, Sinopsis Obstetri: Obstetri Fisiologi,Obstetri Patologis, Jakarta : EGC
Bobak, 2004, Buku Ajar Keperawatan Maternitas, Jakarta : EGC.
Cunningham, F. Gary, 2005, Obstetri Williams, Jakarta : EGC.
Wahyu P. S.Kep dan Siti Fatmawati, S.Kep.Ns, Asuhan Keperawatan Maternitas, 2010, Yogyakarta, NuMed
Langganan:
Postingan (Atom)