ANTE NATAL CARE
Oleh : Ns. Devita Elsanti, S.Kep
1. TUJUAN
Setelah menyelesaikan materi ante natal care diharapkan mahasiswa mampu menerapkan asuhan keperawatan anternatal :
• Menentukan usia kehamilan
• Menetukan kunjungan berikutnya
• Melakukan pemeriksaan fisik
• Melakukan perawatan antenatal
• Melakukan pendidikan kesehatan antenatal
• Membuat NCP kasus antenatal
2. MATERI
a. Pengertian Ante Natal Care
Adalah perawatan fisik dan mental sebelum persalinan atau pada masa hamil. ANC bersifat preventif care dan bertujuan mencegah hal-hal yang kurang baik bagi ibu dan anak. Ante partum care berarti perawatan sebelum anak lahir, yang ditujukan pula untuk anak dalam kehamilan dan kala I dan kala II persalinan.
b. Tujuan Ante Natal Care
Tujuan ANC terhadap Ibu :
• Mengurangi penyulit masa antepartum
• Mempertahankan kesehatan jasmaniah dan rohaniah ibu
• Agar persalinan aman
• Agar ibu mampu mempersiapkan diri untuk memenuhi kebutuhan janin
Tujuan ANC terhadap janin :
• Mengurangi prematuritas, kelahiran mati dan kematian neonatal’
• Meningkatkan perkembangan janin secara optimal
c. Asuhan Keperawatan Ante Natal Care
Pengkajian
• Perawatan kehamilan meliputi salah satunya yaitu pemeriksaan kehamilan dimana dilakukan oleh ibu hamil sedini mungkin segera setelah merasa diri hamil agar perlu cukup waktu perbaikan keadaan yang kurang memuaskan. Jadual pemeriksaan kehamilan antara lain :
- 1 kali sebulan (sampai bulan ke 6)
- 2 kali sebulan (dari bulan ke 7 sampai bulan ke 9)
- 1 kali seminggu pada bulan terakhir
• Pengkajian pada pemeriksaan kehamilan meliputi anamnese berupa wawancara dan pemeriksaan fisik. Pada anamnese wawancara antara lain:
- Identitas pasien : nama, umur, alamat, agama, pekerjaan, suku bangsa(suami dan istri)
- Riwayat haid: apakah haid teratur, siklus berapa, apakah ada masalah dengan haid, HPHT
- Riwayat perkawinan: menikah/belum, menikah berapa lama, menikah berapa kali
- Riwayat kehamilan lalu: hamil berapa kali, keluhan/masalah dalam kehamilan
- Riwayat persalinan lalu: berapa kali partus, proses persalinannya bagaimana, lama persalinan, tempat persalinan, penolong persalinan, masalah persalinan
- Riwayat nifas lalu: masalah nifas dan laktasi yang pernah dialami, masalah bayi yang pernah dialami, keadaan anak.
- Riwayat keluarga berencana: jenis kontrasepsi yang pernah digunakan, masalah dengan cara tersebut, jenis kontrasepsi yang digunakan setelah persalinan, jumlah anak yang direncanakan
- Riwayat psikososial: alasan ibu datang ke klinik, perubahan yang timbul saat kehamilan, harapan terhadap kehamilan, orang yang tinggal bersama, orang yang terpenting, dampak yang terjadi pada keluarga dengan kunjungan ke klinik, apa suami mau menemani ke klinik, rencana tempat melahirkan, rencana menyusui, apakah memelihara kucing.
- Kebutuhan dasar khusus: ketidaknyamanan, istirahat tidur, hygiene prenatal, pergerakan, penglihatan, pendengaran, cairan, nutrisi, eliminasi, oksigenasi, seksual
- Pemeriksaan Fisik Ibu Hamil
- Pemeriksaan umum
Keadaan umum, kelainan bentuk badan serta kesadaran dan keadaan vital sign.
- Pemeriksaan antroprometri : pengukuran tinggi badan, berat badan, ukuran LILA, ukurang panggul
- Pemeriksaan fisik head to toe
Muka : pigmentasi muka(cloasma gravidarum), conjungtiva anemis/ananemis, sclera (ikterik/anikterik), kelopak mata (apakah cekung).
Hidung : apakah berfungsi normal, apakah ada polip dan sinusitis
Mulut : inspeksi adanya stomatitis, keadaan lidah bersih atau kotor, keadaan gigi ada caries dentis, dan epulis
Leher : pigmentasi di daerah leher, keadaan kelenjara tiroid dan para tiroid, vena jugularis (apakah ada pembesaran)
Dada : keadaan paru-paru(inspeksi, palpasi, perkusi, auskultasi) dyspneu, payudara(aerola kehitaman,keadaan putting bersih/tidak, masuk ke dalam/tidak, ada benjolan/tidak)
Perut : pigmentasi(linea nigra/alba, striae gravidarum, pemeriksaan Leopold Mc Donald)
PALPASI LEOPOLD I
Tujuan : menentukan Tinggi Fundus Uteri (TFU) dan bagian janin dalam fundus
Cara :
• Pasien dipersiapkan antra lain untuk mengosongkan kandung kemih dan diminta tidur dengan posisi kaki sedikit ditekuk dan rileks.
• Kedua telapak tangan pada fundus uteri untuk menentukan TFU dan bagian apa yang terdapat pada fundus: presentasi kepala bokong tidak keras dan tidak melenting, presentasi sungsang : kerasa, melenting dalam goyangan, lintang teraba bagian kecil janin.
PALPASI LEOPOLD II
Tujuan : menentukan batas samping rahim kanan dan kiri, menentukan letak punggung janin dan bagian-bagian kecil
Cara :
• Dari Leopold pertama kedua tangan diturunkan menelusuri tepi uterus untuk menetapkan bagian apa yang terletak di samping.
• Membujur teraba punggung yaitu rata dengan tulang iga
• Lintang teraba kepala
PALPASI LEOPOLD III
Tujuan : menentukan bagian terbawah janin dimana bagian bawah sudah masuk PAP atau belum
Cara ;
• Presentasi kepala : keras, bulat
• Bokong : lunak dan tidak bulat
• Lintang : simfisis pubis teraba kosong
PALPASI LEOPOLD IV
Tujuan : Menentukan seberapa bagian bawah janin masuk PAP
Cara :
Pemeriksa menghadap kearah kiri klien untuk menentukan bagian terendah janin yang masuk PAP.
• Divergen : melampaui lingkaran terbesarnya sudah masuk PAP
• Konvergen ; belum melampaui lingkaran terbesarnya belum masuk PAP
• Auskultasi : stetoskop monoaural untuk hitung djj
Genetalia : inspeksi kebersihan vagina, tanda Chadwick, cairan/secret yang dikeluarkan vagina, apakah ada flour albus, gatal-gatal di area vagina, apakah ada bekas luka episiotomi
Ekstremitas : bagian atas apakah pergerakan normal, bagian bawah apakah ada varises, oedem , dan reflek patella.
Diagnosa Keperawatan dan Intervensi Keperawatan
Trimester I
Perubahan nutrisi (resiko) kurang dari yang dibutuhkan tubuh b.d. intake dan output tidak adekuat
Intervensi :
• Tentukan keadekuatan kebiasaan asupan nutrisi
• Dapatkan riwayat kesehatan
• Pastikan tingkat pengetahuan tentang kebutuhan nutrisi
• Berikan pendidikan kesehatan tentang nutrisi prenatal dan suplemen vitamin
• Perhatikan adanya keinginan dari ibu berupa ngidam
• Timnbang berat badan
• Tinjau kembali berat ringannya mual dan muntah
• Pantau kadar HB
• Tes urin adanya aseton, albumin dan glukosa
• Ukur pembesaran uterus
Diagnosa Keperawatan ;
Ketidaknyamanan b.d. perubahan fisik, pengaruh hormonal
Intervensi ;
• Catat adanya rasa tidak nyaman
• Evaluasi derajat ketidaknyamanan
• Anjurkan penggunaan bra penyokong
• Instruksikan penggunaan teknik hoffman untuk putting susu yang datar
• Kaji adanya hemoroid, leokorea, mual dan muntah, hidung tersumbat
• Instruksikan penggunaan kompres es, panas atau anastesi topical, tinjau ulang perubahan fisiologis yang mempengaruhi frekuensi berkemih.
• Kaji tingkat kelelahan dan sifat dasar komitment keluarga
• Kolaburasi medis untuk penambahan supplement
Diagnosa keperawatan :
Resiko tinggi terhadap kekurangan volume cairan b.d. peningkatan kebutuhan cairan
Intervensi :
• Auskultasi DJJ
• Tinjau ulang riwayat kemungkinan masalah medis lainnya
• Anjurkan pasien mempertahankan haluaran dan penurunan berat badan
• Kaji suhu, turgor kulit, membrane mukosa, tekanan darah, BJ urine
• Anjurkan peningkatan masukan minuman berkarbohidrat, makan 6 x sehari
Diagnosa Keperawatan
Kurang pengetahuan tentang perkembangan kehamilan normal b.d. kurang pemahaman tentang perubahan fisiologis kehamilan
Intervensi :
• Buat hubungan perawat pasien yang mendukung
• Evaluasi keyakinan dan budaya yang berkenaan dengan kehamilan
• Klarifikasi kesalahpahaman
• Tentukan derajat motivasi belajar
• Identifikasi siapa yang memberi dukungan
• Perhatikan sikap terbuka kepada klien
• Tentukan sikap klien terhadap asuhan yang diberikan
• Jelaskan rutinitas kunjungan
• Beri bimbingan antisipasi
• Diskusi perkembangan janin
• Jawab pertanyaan tentang perawatan pemberian makanan bayi
Diagnosa Keperawatan
Resiko tinggi terhadap cidera janin b.d. malnutrisi, agen infeksius, factor genetic
Intervensi :
• Diskusikan kesejahteraan ibu
• Diskusikan tingkat aktivitas normal dan latihan
• Anjurkan klien untuk melakukan seks yang lebih aman, tinjau ulang kebiasaan dan diet klien
• Catat masukan protein
• Tinjau ulang riwayat obstetric
• Kaji adanya resiko kelainan genetic, beri informasi tentang hal yang dapat mengakibatkan terjadinya perkembangan abnormal
• Diskusi bentuk transmisi inefektif tertentu
• Berikan informasi untuk menghindari kontak dengan diketahui mengalami infeksi
• Anjurkan penghentian penggunaan tembakau
Diagnosa Keperawatan
Resiko ting terhadap keletihan b.d. peningkatan metabolisme karbohidrat
Intervensi ;
• Tentukan siklus tidur bangun yang normal
• Anjurkan tidur siang 1-2 jam setiap hari dan tidur malam 8 jam
• Pantau kadar HB
Diagnosa Keperawatan
Resiko tinggi terhadap konstipasi b.d. relaksasi otot halus
Resiko tinggi terhadap infeksi saluran kemih b.d. statis urinarius
Intervensi :
• Tentukan kebiasaan eliminasi sebelum kehamilan
• Kaji adanya hemoroid
• Berikan diet tentang buah-buahan segar, sayuran padi-padi, serat makanan padat, dan masukan cairan yang adekuat.
Diagnosa Keperawatan
Perubahan peran b.d. krisis maturasi
Intervensi :
• Evaluasi respon klien pada kehamilan
• Pastikan cara klien mengatasi stressor masa lalu
• Kaji situasi ekonomi dan kebutuhan financial
• Jelaskan labilnya emosi sebagai karakteristik kehamilan
• Berikan informasi dan anjuran kelas kelahiran anak
• Kaji perilaku maladaptive rujuk pada konseling psikologis
Diagnosa Keperawatan
• Perubahan pola seksual perubahan tingkat kenyamanan, perubahan fungsi dan struktur tubuh
• Intervensi :
• Tentukan pola kebiasaan aktifitas seksual dengan menggunakan alat pengkajian seksual
• Kaji hubungan pasangan dengan kemampuan untuk mengatasi penurunan frekuensi koitus seksual
• Beri informasi tentang metode alternative mencapai kepuasan seksual
• Anjurkan posisi koitus selali laki-laki diatas
• Kaji respon terhadap perubahan bentuk tubuh tinjau ulang riwayat obstetric pasangan
Diagnosa Keperawatan
• Ketidakefektifan pola nafas pergeseran diagfragma b.d. pembesaran uterus
• Intervensi :
• Kaji status pernafasan
• Dapatkan dan pantau masalah medis yang terjadi
• Berikan informasi tentang rasional untuk kesulitan pernafasan dan prograqm aktifitas yang realistis
• Tinjau ulang tindakan yang dapat dilakukan klien untuk mengurangi masalah
Diagnosa Keperawatan
Intervensi :
• Resiko harga diri rendah b.d. masalah kemampuan menyelesaikan tugas kehamilan
• Intervensi:
• Perhatikan isyarat verbak dan non verbal klien saat diskusi masalah perubahan tubuh dan harapan peran
• Diskusikan sifat-sifat mimpi
• Evaluasi adaptasi fisiologis klien terhadap kehamilan tentukan terhadap latar belakang budaya
• Beri infromasi ketidaknormalan inpeksi, perubahan alam perasaan dan takut.
• Dorong untuk berpartisipasi dalam kelas kelahiran anak
• Kaji ketersediaan dan shift normal pada trimester III
Diagnosa Keperawatan
Resiko injury pada ibu b.d. perdarahan, KPD dan PIH
Intervensi :
• Periksa factor resiko yang ada
• Dapatkan kultur vafina
• Tinjau ulang terhadap kebutuhan kelahiran
• Dapatkan HB dan HT pada masa gestasi 28 minggu
• Beri pengawasan ketat dan terus menerus
• Beri informasi tentang tanda-tanda awal persalinan, kaji terhadap perdarahan vagina
Diagnosa Keperawatan
Gangguan pola eliminasi urine b.d. uterus membesar, posisi renal blood flow menurun
Intervensi ;
• Beri informasi tentang perubahan keluaran urine pada trimester III
• Anjurkan klien miring ke kiri pada saat tidur
• Anjurkan agar klirn tidak terlalu lama dalam posisi tegak
• Beri informasi tentang masukan cairan minimal6-8 gelas sehari, penurunan masukan 2-3 jam sebelum tidur dan penggunaan produk makanan/garam dan natrium dalam jumlah sedang.
Diagnosa Keperawatan
Kurang pengetahuan tentang persiapan persalinan b.d. kurang pengalaman/informasi.
Intervensi ;
• Beri informasi tentang perubahan pada trimester III
• Beri informasi tentang awitan persalinan
• Beri informasi tentang perawatan bayi
• Anjurkan ikut serta dalam kelas kelahiran anak
Diagnosa Keperawatan
Gangguan pola tidur pada tingkat aktifitas, stress psikologis
Intervensi :
• Tinjau ulang perubahan pola tidur normal berkenaan dengan kehamilan
• Evaluasi tingkat kelelahan
• Kaji terhadap kajian insomnia dan respon klien terhadap penurunan tidur
• Perhatikan keluhan kesulitan bernafas karena posisi tidur.
• 3. Daftar Pustaka
Departemen Keperawatana Maternitas, SOP Keperawatan Maternitas, 2011, FIKES UMP
Manuaba, IBG, 1998, Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan KB untuk Penelitian Bidan, Jakarta : EGC.
Mochtar, R, 1998, Sinopsis Obstetri: Obstetri Fisiologi,Obstetri Patologis, Jakarta : EGC
Bobak, 2004, Buku Ajar Keperawatan Maternitas, Jakarta : EGC.
Cunningham, F. Gary, 2005, Obstetri Williams, Jakarta : EGC.
Wahyu P. S.Kep dan Siti Fatmawati, S.Kep.Ns, Asuhan Keperawatan Maternitas, 2010, Yogyakarta, NuMed
Tidak ada komentar:
Posting Komentar